🌤️ Jelaskan Pentingnya Prinsip Dasar Animasi Dalam Pembuatan Produk Animasi

Selainitu juga untuk menunjukkan bagaimana ekspresi dan kepribadian sebuat karakter. Ke-12 prinsip animasi tersebut adalah sebagai berikut : 1. Solid Drawing. Kemampuan menggambar sebagai dasar utama animasi memegang peranan yang menentukan "baik proses maupun hasil" sebuah animasi, terutama animasi klasik. 12prinsip animasi merupakan prinsip dasar animasi yang diciptakan oleh animator Disney, Frank Thomas & Ollie. Johnston yang diperkenalkan lewat buku "The Illusion of Life : Disney Animation". 12 prinsip animasi ini merupakan hal yang wajib diketahui oleh setiap animator atau calon animator untuk bisa menciptakan suatu animasi yang baik. penataandata yang digunakan dalam sebuah animasi. b. Computer Generated An, pada kategori ini biasanya digunakan untuk animasi 3 imation dimensi dengan program 3D seperti 3D Studio Max, Maya, Autocad dll. Animasi merupakan salah satu bentuk visual bergerak yang dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan materi pelajaran yang sulit disampaikan secara bVM3vi. Dalam pembuatan animasi khususnya animasi 2 Dimensi, animator harus memperhatikan prinsip-prinsip animasi 2 Dimensi. Prinsip dasar animasi adalah suatu prinsip yang harus digunakan untuk mengetahui serta memahami bagaimana seorang animator membuat animasi sehingga mendapatkan hasil animasi yang menarik. Prinsip dasar pembuatan animasi pertama kali dimunculkan melalui sebuah buku The Illution Of Life Disney Animation pada tahun 1981. Dengan menerapkan Prinsip dasar animasi ini maka seorang animator dapat menciptakan sebuah animasi yang menarik, dinamis, dan tidak membosankan. Seorang animator harus menguasai prinsip dasar animasi ini untuk mendapatkan ilusi menghidupkan karakter animasinya. Barikut adalah 12 prinsip dasar animasi agar animasi terlihat seperti nyata 1. Squash And Stretch Kelenturan suatu objek Pernahkan melihat sebuah balon udara yang di isi air kemudian ketika jatuh agak sedikit gepeng saat terbentur lantai? Itu menunjukkan kelenturan balon tersebut. Atau pada saat seseorang melompat, kakinya agak sedikit lentur atau menekuk? Squash and strecth adalah prinsip animasi yang diugunakan sebagai upaya penambahan efek lentur plastis pada objek atau figur animasi sehingga menjadi seolah-olah memuai’ atau menyusut’ hingga memberikan efek gerak yang lebih hidup pada hasil animasi. Penerapan prinsip squash and stretch pada figur atau benda hidup misal manusia, binatang, creatures akan memberikan enhancement’ atau sebuah peningkatan kualitas sekaligus efek dinamis terhadap gerakan/action tertentu, sementara pada benda mati misal gelas, meja, botol penerapan prinsip squash and stretch akan membuat benda-benda tersebut tampak atau berlaku seperti benda hidup. Contohnya pada saat sebuah bola dilemparkan. Pada saat bola menyentuh tanah maka akan membuat seolah olah bola yang semula bentuknya bulat sempurna menjadi sedikit elif atau berbentuk lonjong horizontal, meskipun pada kenyataannya keadaan bola tidak selalu demikian. Hal ini dibuat untuk memberikan efek pergerakan yang lebih dinamis dan hidup’. 2. Anticipation Gerakan Pendahuluan Prinsip selanjutnya adalah Anticipation. Prinsip ini boleh juga dianggap sebagai persiapan/awalan sebuah gerakan atau ancangancang. Seseorang yang akan melakukan pukulan ke depan harus mengayunkan tangannya terlebih dahulu ke belakang sebelum benar-benar memukul kea rah depan. Pada gerakan melompat, seseorang yang posisinya berdiri harus sedikit membungkuk’ terlebih dulu sebelum akhirnya melompat. Gerakan gerakan ini dimaksudkan untuk menjelaskan gerakan utama. Misalkan gerakan utamanya adalah seorang yang terpeleset dan jatuh ke kolam renang. Sebelum itu terjadi, ada elemen-elemen yang ditunjukkan sebelumnya seperti ada sabun atau kulit pisang di lantai, kemudian ada gerakan air di kolam renang, dan seorang yang berjalan dengan mimik muka cuek. Gerakan-gerakan antisipasi ini bertujuan agar penonton memahami bahkan mampu menebak gerakan apa yang akan terjadi berikutnya. Jadi tidak langsung menayangkan orang tersebut jatuh ke kolam renang tanpa penonton tahu kenapa atau apa penyebabnya. Hal ini yang terkadang kadang dilupakan oleh orang, jadi seakan-akan penonton mengerti jalan pikiran sang animator. Oleh karena itu, sebuah film animasi yang dibuat banyak keganjilan dan keanehan disebabkan kurang pahamnya animator dengan prinsip Anticipation ini. 3. Staging Bidang gambar Prinsip Staging pada animasi meliputi bagaimana suatu lingkungan’ dibuat untuk mendukung mood’ atau suasana yang hendak dicapai dalam keseluruhan atau sebagian scene. Prinsip ini biasanya berkaitan dengan posisi kamera pengambilan gambar. Misal Posisi kamera bawah dimaksudkan untuk membuat karakter terlihat besar, gagah, dan menakutkan. Posisi kamera atas dimaksudkan untuk membuat karakter tampak kecil dan bingung, sedangkan posisi kamera samping akan membuat karakter tampak lebih dinamis dan menarik. Prinsip Staging untuk sudut pengambilan gambar seperti memperbesar muka tokoh untuk memperlihatkan kesedihannya, mengambil dari jarak jauh untuk memperlihatkan kemewahan suatu rumah, mengambil dari atas untuk memberi kesan ada seseorang yang mengintip, dan sebagainya. 4. Straight Ahead and Pose to Pose Action Prinsip Straight-ahead ini mengacu pada teknik pembuatannya, yaitu dengan menggunakan teknik frame by frame atau menggambar satu per satu setiap proses gerakan objek seperti pada jenis animasi flip book. Contoh perusahaan yang menggunakan teknik ini sehingga animasinya terlihat sangat halus dan detail adalah Walt Disney yang mempunyai ratusan animator dari berbagai mancanegara. Untuk menggunakan teknik ini waktu pengerjaannya akan lama dan butuh tenaga animator yang banyak sehingga membutuhkan dana yang besar juga. Sedangkan Pose to pose menggunakan teknik keyframe, seperti tweening di flash. Ini cocok untuk yang dananya terbatas dan butuh pengerjaan cepat. Namun perlu diingat, pembuatan karakter atau objek animasi jangan terlalu detail dan rumit karena hal itu akan menyulitkan saat pengerjaan animasi. Sederhana saja sehingga karakter tersebut mudah digerakkan. Contoh Animasi jepang paling banyak menggunakan teknik ini yaitu Sinchan dan The Powerpuff Girls. Dari sisi resource dan pengerjaan, pada dasarnya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk membuat sebuah Juga MEMAHAMI ANIMASI TRADISIONAL DAN ANIMASI STOPMOTION Yang pertama adalah prinsip Straight Ahead Action, yaitu membuat sebuah animasi dengan cara sang animator menggambar satu per satu seperti pada flip book atau frame by frame dari awal sampai selesai. Teknik ini memiliki kelebihan yaitu kualitas gerakan gambar yang dihasilkan akan konsisten karena hanya dikerjakan oleh satu orang saja. Akan tetapi memiliki kekurangan yaitu waktu pengerjaan yang lama karena proses pergerakan digambar satu persatu. Yang kedua adalah dengan prinsip Pose to Pose, yaitu proses pembuatan animasi oleh seorang animator dengan cara menggambar hanya pada keyframe-keyframe tertentu saja, yang selanjutnya dilakukan penambahan in-between atau interval antar keyframe, digambar/dilanjutkan oleh asisten/animator lain. Cara yang kedua ini memiliki waktu pengerjaan lebih cepat karena melibatkan lebih banyak sumber daya sehingga lebih cocok diterapkan pada industri animasi. 5. Follow Through and Overlapping Action Gerakan penutup sebelum benar-benar diam Prinsip Follow through yaitu tentang bagaimana bagian tubuh tertentu dari sebuah objek yang akan tetap bergerak meskipun objek tersebut telah berhenti bergerak. seperti, rambut yang akan tetap bergerak sesaat setelah melakukan lompatan. Sementara prinsip overlapping action secara mudah bisa dianggap sebagai gerakan saling-silang. Maksudnya ialah serangkaian gerakan yang saling mendahului overlapping. Contoh Seekor Kelinci melompat. Sesaat setelah melompat telinga kelinci tersebut masih bergerak-gerak meskipun gerakan utamanya melompat telah berhenti. Prinsip ini ingin menggambarkan prilaku karakter sebelum menyelesaikan suatu tindakan. Misalkan animasi permainan baseball, saat seseorang melempar bola gerakan setelah melempar bola Follow Through tersebut adalah mimik muka senang karena merasakan kepuasaan telah melempar bola. Kemudian yang dimaksud Overlapping action dari gerakan tersebut adalah gerakan baju atau rambut yang bergerak akibat gerakan tadi. Jadi membuat animasi bukan hanya sekedar asal bergerak, akan tetapi juga membuatnya hidup dengan hal-hal detail semacam ini. Banyak yang bisa menggambar sebuah karakter dengan sangat detail, tapi banyak juga yang gagal menganimasikannya karena karakter yang digambar terlalu rumit untuk dianimasikan. 6. Slow In and Slow Out Percepatan dan Pelambatan Prinsip ini juga paling banyak digunakan dalam animasi. Pada saat sebuah bola di lempar ke atas, gerakan tersebut harus semakin lambat. Dan bola jatuh akan semaking cepat. Atau gerakan pada saat sebuah kendaraan berhenti, pemberhentian kendaraan tersebut harus secara perlahan-lahan melambat, tidak bisa langsung berhenti. Kedua prinsip ini diperlukan untuk menegaskan bahwa setiap gerakan memiliki percepatan atau perlambatan yang berbeda-beda. Slow in terjadi jika gerakan dimulai secara lambat kemudian menjadi cepat. Slow out terjadi jika gerakan yang relatif cepat kemudian melambat. 7. Arcs Gerakan Lengkungan Tidak semua bergerak secara lurus, Banyak hal tidak bergerak secara garis lurus. Seperti bola dilempar, tidak akan pernah lurus, pasti ada sedikit pergeseran melengkung. Jadi diperlukan juga gerakan yang “tidak sempurna”, agak “dirusak” sedikit sehingga terlihat alami. Pada animasi seperti pergerakan tubuh pada manusia, binatang, atau makhluk hidup lainnya, saat bergerak akan mengikuti pola/jalur maya yang disebut Arcs. Hal ini kemudian memungkinkan makhluk hidup bergerak secara smooth’ dan lebih realistik, karena pergerakannya mengikuti suatu pola yang berbentuk lengkung termasuk lingkaran, elips, atau parabola. Sebagai contoh, prinsip Arcs ditunjukkan pada lintasan ayunan tangan saat melempar bola dan lintasan gerakan bola di udara hasil lemparan tersebut. 8. Secondary Action Gerakan Pelengkap Gerakan Ini bukanlah gerakan yang sebenarnya karena hanya sebagai pemanis atau pelengkap semisal figuran. misalkan saat di ruang tunggu dokter, ada tokoh utama yang sedang membaca, tetapi di latar belakang ada pemeran pendukung seperti orang merokok, sedang mengobrol atau apapun yang membuatnya terlihat alami. Secondary action ini merupakan gerakan yang ditambahkan dengan maksud untuk memperkuat gerakan yang utama agar sebuah animasi tampak lebih realistik. Secondary action tidak dibuat untuk menjadikan gerakan ini sebagai pusat perhatian’ sehingga mengaburkan atau mengalihkan perhatian dari gerakan utama. Kemunculan secondary action lebih berfungsi memberikan emphasize atau penekanan untuk memperkuat gerakan utama. Contoh pada saat seseorang sedang berjalan, gerakan utamanya tentu adalah melangkahkan kaki sebagaimana berjalan seharusnya. Tapi di sini diperlukan gerakan tangan yang mengayun-ngayun. Nah, yang dimaksud dengan secondary action untuk gerakan berjalan ini adalah Gerakan mengayun-ayunkan tangan. 9. Timing Waktu dan Spacing percepatan dan perlambatan Ini menentukan apakah gerakan tersebut alami atau tidak. Misalkan gerakan orang berjalan terlalu lambat, sedangkan latar belakang terlalu cepat bergerak. Atau bola yang bergerak memantul ke tanah, tetapi sebelum bola tersebut memantul, efek suara dari pantulan bola sudah terdengar lebih dahulu. Jadi timing disini lebih kepada sinkronisasi antara elemen-elemen yang ada pada animasi. Seorang animator Disney bernama Grim Natwick pernah berkata, “Animasi adalah tentang timing dan spacing”. Timing adalah berbicara tentang menentukan waktu kapan sebuah gerakan harus dilakukan, sementara spacing adalah berbicara tentang menentukan percepatan dan perlambatan dari bermacam macam jenis gerak. Contoh Timing Menentukan pada detik keberapa sebuah karakter/objek berjalan atau bergerak sampai ke tujuan atau berhenti. Contoh Spacing Menentukan kepadatan gambar animasiyang pada animasi akan berpengaruh pada kecepatan gerakBaca Juga MEMBUAT ANIMASI 3D AVATAR DIRI SENDIRI DENGAN APLIKASI ZEPETO 10. Exaggeration Melebih-lebihkan Pada sebuah animasi sering terjadi hal yang dilebih-lebihkan baik dengan musik, latar belakang atau gambar. Seperti Orang digambarkan dengan mata yang besar untuk menunjukkan keterkejutan. Prinsip Ini biasa kita lihat di film-film kartun jepang, bagaimana orang berlari tetapi ada gambar seekor chitah besar sebagai latarnya untuk menunjukkan kecepatan lari orang tersebut. Prinsip exaggeration ini merupakan satu bentuk upaya untuk mendramatisir sebuah adegan pada animasi dalam bentuk rekayasa gambar yang sifatnya hiperbolis. Gerakan animasi dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat sebagai bentuk ekstrimitas dari ekspresi tertentu dan biasanya digunakan untuk keperluan komedi. Kita sering menemukan penggunaan prinsip ini pada film-film animasi anak segala usia seperti Tom & Jery, Donald Duck, Mickey Mouse, Sinchan, dsb. Contoh Tubuh Jerry mouse melayang mengikuti sumber asap saat hidungnya mencium aroma masakan/makanan lezat 11. Solid Drawing Prinsip solid drawing yaitu suatu kemampuan menggambar karakter dalam berbagai sudut pengambilan gambar sehingga karakter tersebut terlihat memiliki volume dan konsisten dalam setiap frame animasi. Semua element yang ada pada karakter tersebut tetap konsisten bentuk dan letaknya. Prinsip solid drawing ini lebih terfocus pada bagaimana sebuah karakter tersebut bisa dengan baik dianimasikan dalam visualisasi ruang 3D. Membuat sedetail mungkin kepribadian dari karakter animasi. Penjiwaan karakter akan membuat penonton mengenali karakter tersebut. 12. Appeal Daya tarik karakter Appeal berkaitan dengan keseluruhan gaya visual atau look pada animasi. Dengan prinsip ini Kita bisa dengan mudah mengidentifikasi gaya dari sebuah animasi buatan Jepang dengan hanya melihat sekilas karakter animasinya. Contoh lainnya Kita juga bisa melihat style dari film animasi buatan Disney atau Dreamworks cukup hanya dengan melihatnya beberapa saat. Hal ini dikarenakan mereka memiliki appeal atau gaya pembuatan karakter animasi tersendiri. Ada juga yang berpendapat bahwa appeal adalah tentang penokohan, yaitu berkorelasi dengan kharisma’ seorang tokoh atau karakter dalam film animasi. Sehingga visualisasi pada film animasi yang ada bisa mewakili karakter/sifat yang dimilkiki. Daya tarik dari karakter animasi tersebut harus bisa mempengaruhi emosi penonton. Contohnya tampang karakter yang bodoh akan membuat penonton tertawa atau tampang yang tak berdosa sehingga membuat penonton merasa empati atau Juga1. PEGAL DENGAN TUGAS MENCATAT? BEGINI CARA MERANGKUM DENGAN CEPAT MENGGUNAKAN CONCLUSION GENERATOR TOOL MILIKNYA MENGENAL ANIMASI 2 DIMENSI3. JENIS-JENIS PENGOLAHAN PEMODELAN OBJEK 3D HARD SURFACE SERPONG, KOMPAS CORNER — Meskipun jumlah tayangan animasi di layar kaca tak sebanyak dengan jumlah tayangan acara lainnya, namun hal tersebut lantas tak membuat tayangan animasi “kehilangan” segmentasi pasarnya. Pasalnya, potensi animasi di tanah air kian hari kian meningkat. Seperti yang dilansir oleh Badan Pusat Statistik BPS, nilai subekspor film, video, fotografi dan animasi mengalami kenaikan yang cukup pesat dari Rp 595 miliar 2010 menjadi Rp 639 miliar 2013. Menyadari akan potensi tersebut, Ultigraph mengajak seluruh generasi muda untuk turut berkarya dan menyelami wawasan secara mendalam mengenai industri animasi melalui seminar “Peranan Concept Art dalam Industri Animasi”. Seminar ini dibawakan oleh Rizki Katamsi selaku Art Director MNC Animation pada Jumat 13/05 di Universitas Multimedia Nusantara, Serpong. Rizki Katamsi mengawali seminar dengan memperkenalkan salah satu animasi yang tengah digarapnya, yakni KIKO. Animasi yang ditayangkan oleh MNC TV pada tahun 2014 lalu, kini dikembangkan lebih lanjut menjadi KIKO Season 2. Dalam KIKO season terbaru, para penonton nantinya mampu menyaksikan aksi jenaka tokoh KIKO dengan durasi yang lebih lama, yakni sekitar 11 menit untuk satu episode. Antusias para peserta dalam seminar “Peranan Concept Art dalam Industri Animasi” yang dibawakan oleh Rizki Katamsi pada 13/05. “Dalam season KIKO terbaru, akan ada perubahan karakteristik dan desain tokoh. Perubahan tersebut tentunya dimaksudkan untuk membidik para penonton dengan lebih tepat,” terangnya. Selain itu, Rizki juga memperkenalkan setiap tokoh KIKO Season 2 yang digarapnya kepada para penonton. Kiko, Lola, Ting Ting, Patino, Poli, dan beberapa tokoh KIKO lainnya akan hadir dengan karakteristik yang lebih dewasa dibandingkan KIKO Season 1 agar mampu menarik perhatian penonton yang berusia lebih dari 10 tahun. “Visualisasi bisa jadi salah satu hal yang mendorong sebagian besar pemirsa untuk tetap mengikuti tayangan animasi di layar kaca,” ujar Rizki. Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa visualisasi sendiri ibarat umpan’ yang berperan penting dalam menciptakan “first impression” para penonton. Dalam hal ini, para animator dituntut untuk menghadirkan animasi dengan alur yang menarik dan visualisasi yang mendukung. Tak lupa, Rizki juga memaparkan proses pembuatan animasi atau 3D Production Pipeline kepada peserta seminar. Secara garis besar, berikut tahapan yang dilalui oleh animator dalam pembuatan animasi Penggalian ide Sebelum menggarap animasi, animator diharuskan untuk menggali ide cerita yang diangkat ke dalam animasi terlebih dulu. Dalam hal ini, animator dapat mengangkat kisah keseharian ataupun kisah unik lainnya yang mampu membangkitkan rasa keingintahuan penonton. Pembuatan script Ide cerita yang telah dipilih kemudian akan dituangkan secara lebih mendetail ke dalam bentuk script. Script juga memegang peranan penting dalam membangun kisah secara utuh dan menyeluruh. Perancangan storyboard Pada tahap ini, animator dituntut untuk membuat storyboard sesuai dengan script yang telah dibuat sebelumnya. Storyboard yang dibangun harus mampu merepresentasikan secara keseluruhan cerita yang dibangun. Recording Usai merancang kisah dengan lebih detail, maka selanjutnya animator merekam audio terkait kisah yang akan diwujudkan ke dalam animasi. Animatic Dalam tahap ini, animator perlu membuat animated storyboard berdasarkan storyboard yang sudah dibuat sebelumnya. Dalam membuat animatic, animator juga perlu menyematkan basic sound effect terkait storyboard yang dihidupkan dalam bentuk animasi. Design Animator mendesain tokoh, background, dan hal lain yang ditampilkan dalam bentuk animasi secara lebih mendetail. Layout Transisi antar adegan animasi yang smooth sangat dibutuhkan agar penonton tetap merasa nyaman ketika menyaksikan animasi. Animation Tahap ini bisa dikatakan sebagai tahap yang cukup krusial, mengingat tahap ini sangat mempengaruhi output dari animasi yang dihasilkan. Dalam tahap ini, animator perlu merancang visualisasi yang atraktif dan tentunya sesuai dengan kisah yang diangkat. VFX Visual Effect Pada tahap ini, animator membuat visual effect agar mampu menghidangkan visualisasi dengan kualitas yang jauh lebih baik. Usai membahas mengenai tahapan pembuatan animasi, Rizki kemudian memaparkan sejumlah hal yang perlu diperhatikan oleh animator. “Sekali lagi, visualisasi sangat berperan penting dalam meningkatkan kualitas dan mampu meningkatkan daya saing animasi itu sendiri,” ucapnya. Animasi dengan alur dan visualisasi yang menunjang juga berpotensi besar untuk bersaing dalam pasar animasi skala internasional. “Membuat animasi dengan visualisasi yang berkualitas tinggi mungkin bukanlah sebuah kewajiban. Namun, dengan kualitas yang tinggi, animasi memiliki nilai dan daya jual yang lebih tinggi,” tegasnya. Hal terakhir yang perlu diperhatikan ialah terkait segmentasi animasi. Animator perlu menentukan segmentasi animasi sebelum mengerjakan animasi lebih lanjut. Hasil animasi yang digarap akan jauh lebih optimal jika animator menyesuaikan konten animasi sesuai dengan segmentasinya. Sebagai contoh, animator perlu mengutamakan unsur keunikan cerita dalam animasinya ketika mengikuti festival animasi, ataupun unsur kontinuitas ketika tengah membuat animasi tv-series. Hal ini dikarenakan festival animasi lebih didominasi oleh para praktisi di bidang industri animasi, sementara tv-series sendiri cenderung dinikmati oleh masyarakat luas. Dengan kata lain, konsep animasi yang disajikan bergantung kepada segmentasi animasi yang dibidik. “Konsep yang disajikan sebisa mungkin memberikan kesan impressive agar dapat memikat banyak penonton,” tambahnya. Pada akhirnya, konsep animasi yang dirancang perlu disesuaikan dengan segmentasi pasar yang dibidik agar mampu merangkul lebih banyak penonton dan memenuhi goal pembuatan animasi. Penulis Elisabeth Fotografer Errend Cavalera Description MENERAPKAN PRINSIP DASAR ANIMASI PADA PRODUKSI ANIMASI Read the Text Version No Text Content! Pages 1 - 28 Enter. Simpan hasilnya dalam bentuk file .fla dengan nama “Slow In and slow out_[nama]” F. Laporan Praktikum Buatlah laporan kerja membuat animasi bola ayun dengan menerapkan prinsip dasar animasi pada adobe flash professional CS6 lengkap dengan gambar langkah – langkah kerjanya sesuai dengan sistematika penulisan laporan dalam bentuk file/dokumen menggunakan Microsoft Word. Kemudian kumpulkan file .fla dan laporannya pada Goggle classroom masing – masing pada waktu yang sudah ditentukan oleh guru pengajar. Dalam pertemuan daring sinkron di google meet, masing masing kelompok mempresentasikan hasil praktikumnya dan kelompok lain menanggapi. Di akhir pembelajaran, guru bersama peserta didik melakukan refleksi dan menarik kesimpulan bersama tentang pembelajaran hari ini 18 19 Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan cara memberi tanda silang X pada huruf A, B, C, D, atau E serta tuliskan alasannya! 1. Prinsip dasar animasi pertama kali dikenalkan oleh Thomas dan Ollie Johnston melalui bukunya The Illusion of Life Disney Animation. Prinsip dasar animasi wajib dikuasai oleh animator dalam membuat karya animasinya, sebab … . A. Dengan prinsip dasar animasi, produksi animasi akan lebih dapat diakui B. Prinsip dasar animasi dapat meningkatkan nilai jual produk animasi C. Dengan adanya prinsip dasar animasi, setiap animasi yang dibuat dapat terlihat lebih menarik, dramatis, dan mampu melakukan gerakan yang terlihat nyata D. Prinsip dasar animasi merupakan hal utama yang mendasari pembuatan produk animasi E. Dengan adanya prinsip dasar animasi produk aniamsi dapat diguankan sebagai media pembelajaran Alasan ………………………………………………………………………….. ……………………………………………………………………………….. 2. Untuk membuat animasi dengan karakter berjalan, dapat menerapkan prinsip dasar aniamsi agar animasi yang dihasilkan menjadi tampak nyata. Untuk membuat animasi seorang animator salah satunya dapat menerapkan prinsip … . A. Exaggeration, yaitu dengan mendramatisir animasi B. Timing, yaitu dengna mennetukan beberapa gambar yang harus dibuat pada in between C. Straigh ahead, yaitu dengan membuat animasi frame by frame. D. Overlapping action, yaitu dengan menerapkan gerakan ayunan tangan E. Squash and stretch, yaitu dengan menerapkan efek lentur pada objek Alasan ………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………… 3. Fungsi dari adanya prinsip dasar animasi adalah … . 20 A. Agar setiap animasi yang terlihat menarik, dramatis, dan karakter mampu melakukan gerakan yang terlihat nyata B. Dapat meningkatkan jumlah penonton C. Agar animasi yang dibuat lebih efektif D. Meminimalisir kesalahan dalam pembuatan animasi E. Meminimalkan waktu pengerjaan suatu animasi Alasan ………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………… 4. Slow in and slow out adalah prinsip animasi yang menegaskan kembali bahwa setiap gerakan memiliki percepatan dan perlambatan yang berbeda – beda. Prinsip tersebut dapat digunakan untuk pembuatan animasi pendulum. Prinsip tersebut bekerja dengan … . A. Gambar yang lebih sedikit membuat pergerakan lebih cepat dan gambar ynag lebih banyak membuat pergerakan menjadi lebih lambat. B. Pergerakan animasi mengikuti sebuah pola atau kurva C. Pergerakan awal dan akhir animasi dibuat oleh satu orang animator sementara pergerakan diantaranya dibuat oleh animator lainnya D. Menggunakan gerak persiapan atau awalan E. Menggunakan pergerakan dengan efek memuai dan menyusut Alasan ………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………… 5. Teori dasar yang wajib dikuasai oleh para animator untuk menghidupkan karakter animasinya adalah … . A. Fungsi prinsip dasar animasi B. Dasar prinsip dasar animasi C. Latar belakang prinsip dasar animasi D. Ideologi prinsip dasar animasi E. Pengertian prinsip dasar animasi Alasan ………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………… 21 B. Jawablah Pertanyaan berikut dengan tepat ! 1. Prinsip dasar animasi pertama kali diciptakan mellaui buku The Illusion Of Life Disney Animation. Jealskan pentingnya prinsip dasar animasi dalam pembuatan produk animasi! Jawaban ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 2. Setidaknya terdapat 12 prinsip dasar animasi. Jelaskan bagaimana caramu melakukan analisis untuk menentukan prinsip animasi yang digunakan dalam sebuah film animasi! Jawaban ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 3. Jelaskan kendala – kendala apa saja yang kamu temukan saat melakukan analisis jenis prinsip animasi yang terdapat pada sebuah film animasi! Jawaban ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 4. Sebutkan langkah – langkah menerapkan prinsip squash and stretch dalam produk animasi! Jawaban ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 5. Setelah mengamati sebuah film animasi, sebutkan dan jelaskan fungsi dari prinsip dasar animasi! Jawaban ………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… 22 A. PILIHAN GANDA 1. C Alasan Prinsip animais akan mempengaruhi kualitas animasi yang dihasilkan. 2. D Alasan overlapping action adalah prinsip animasi untuk menghasilkan gerakan yang tampak alami dengan melakukan gerakan saling silang. 3. A Alasan Agar setiap animasi yang terlihat menarik, dramatis, dan karakter mampu melakukan gerakan yang terlihat nyata 4. A Alasan Banyaknya gambar yang digunakan akan mempengaruhi detail gerakan 5. E Alasan merupakan pengertian prinsip dasar animasi B. URAIAN 1. Dengan adanya prinsip dasar animasi 2D, animasi yang dibuat terlihat menarik, dramatis, dan karakter mampu melakukan gerakan nyata baik itu benda, hewan maupun manusia. 2. Lagkah-langkah melakukan analisis mengenai prinsip – prinsip animasi 2D pada sebuah film animasi yaitu - Memahami terlebih dahulu ke 12 prinsip animasi 2D, sehingga kita bisa membedakan masing-masing prinsip - Amati secara seksama adegan, potongan film dalam film animasi tersebut - Gerakan gerakan yang digunakan oleh objek di film tersebut - Teknik pembuatan animasi - Pengaturan waktu, dll 3. Kendala – kendala yang ditemukan dalam melakukan analisis terhadap jenis prinsip animasi pada sebuah film animasi berbeda beda untuk setiap peserta didik. Misalnya permasalahan pada pemberian Teknik tweening . cara mnegatasinya dengan mengulangi pembuatan animasi tersebut dari awal / dari frame yang mengalami permasalahan. 4. Langkah-langkah menerapkan prinsip dasar animasi squash and stretch 23 Misalkan disini kita akan membuat suatu objek bola menggunakan prinsip squash and stretch - Siapkan objek bola tersebut dan letakkan pada frame pertama - Buatlah keyframe pada frame tertentu misalkan frame 40 - Kemudian buatlah keyframe pada frame 15, pindahkan posisi bola kebawah - Selanjutnya buatlah keyframe pada frame 20 dan 25 - Berikan classic tween pada seluruh frame dengan cara mengklik kanan frame yang terletak diantara keyframe → pilih create classic tween - Klik keyframe 20 dan aktifkan onion skin yang terletak dibagian bawah panel timeline - Seleksi objek bola dan ubah ukurannya sehingga terlihat menyusut 5. Fungsi Prinsip Dasar Animasi 1. Agar setiap animasi yang dibuat terlihat menarik 2. Mampu menjadi daya Tarik bagi sebuah produk 3. Fungsi hais untuk mempercantik tampilan iklan 4. Membawa suasana presentasi menjadi tidak kaku 24 Putri, Rena Anggita. 2018. Animasi 2D dan 3D. Surakarta CV Mediatama Siswati dan Damayanti, Endah. 2019. Malang PT Quantum Sejahtera Diakses 24 Sepetember 2020 Diakses 24 Sepetember 2020 Diakses 25 September 2020 25

jelaskan pentingnya prinsip dasar animasi dalam pembuatan produk animasi